Visi Luar Biasa dari Seorang Putra Bangsa Indonesia



Ia masih berumur 18 tahun. Namun sudah menginjak Semester 5 di Stony Brook University, New York, Amerika Serikat . Ini setara dengan umur rata-rata anak SMA yang baru menyelesaikan jenjang SMA. Siapakah dia ? Ia adalah Hartadinata Harianto. Usianya memang masih muda, namun semangatnya luar biasa. Sperti dilansir oleh detik.com, Harta sudah bersekolah di AS sejak kelas 3 SD karena mengikuti keluarganya yang berasal dari Surabaya pindah ke AS.

 Dia sudah mendapatkan beasiswa sejak SMA. SMA di AS yang normalnya 4 tahun, ditempuh hanya dalam 2 tahun saja di Bard High School Early College, sekolah khusus percepatan dan favorit di New York. Indonesia patut bangga karena putra bangsa yang jenius ini. Bukan hanya itu, misi dan visi nya pun patut diacungi jempol. Di masa pendidikannya , Harta mendapatkan beasiswa penuh dari Yayasan Bill & Melinda Gates selama bersekolah SMA Bard College. Tak mudah menjadi siswa di sana, karena harus bersaing dengan ribuan siswa, sekitar 8 ribu hingga yang didapat hanya 150 siswa saja. Setelah sekolah selama 2 tahun, dia mendapat gelar Associate Degree (di Indonesia setara D3/sarjana muda, red) dari Bard High School. Lantas dia memilih masuk Stoony Brook University, dengan program studi ganda, ekonomi dan kedokteran. Dalam kedua program studi itu, Harta langsung menginjak Semester 5.


Ia selalu mendapatkan nilai A dalam mata pelajaran di kedua program studi itu. Karena kejeniusannya inilah , Harta mendapatkan beasiswa penuh. Inilah ceritanya bagaimana ia membagi waktuny. Saya bangun pagi tidurnya agak malam. Tidur jam 12 bangun jam 6. Setelah bangun, saya lari, fitness, makan cepat, mandi cepat. Ia jarang malas-malasan dan tidur-tiduran. Ia berkata, pandai membagi-bagi waktu menjadi salah satu kuncinya. Namun kegiatan akademik yang padat itu tak membuatnya kurang pergaulan alias kuper. Harta juga bersosialisasi dengan teman dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kalau liburan, ia saya jalan dengan teman-teman. Hartadinata ingin meneruskan S2 di jurusan ekonomi. Kemudian, dia berniat untuk kembali ke Indonesia, untuk membangun rumah sakit. "Saya ingin membuat 2 rumah sakit. Rumah sakit A, internasional dan profit, dikunjungi bagi mereka yang mampu. Nah profit dari RS A itu sebagiannya dialokasikan ke RS B bagi pasien menengah ke bawah yang kurang mampu. Kemudian Subsidikan dana-dana yang didapat dari rumah sakit A, sehingga orang-orang yang tidak mampu dibantu juga," kata penyuka nasi goreng dan nasi otak padang ini. Dengan prestasinya ini, Harta juga menularkan semangatnya kepada remaja-remaja Indonesia dengan menjadi motivator. Dia sudah berkeliling ke beberapa SMA di Jakarta, Bandung, Bogor, Solo, Yogyakarta untuk menunjukkan bahwa remaja Indonesia tak kalah dengan rekan-rekannya di dunia. Bisa berprestasi di tingkat internasional. Ia berkata "Remaja-remaja kita sangat pintar dan sangat-sangat mampu dalam kepintaran dan keinginan. Hanya sisi kejuangannnya mereka yang perlu ditambahkan.

Butuh dorongan dari guru-guru dan orang tua buat mereka berjuang. Saya ingin datang ke sekolah-sekolah mencoba membantu memberi motivasi," ujar peraih rekor MURI sebagai motivator pendidikan termuda di Indonesia ini. Masalah-masalah yang kerap dijumpai di SMP-SMA di Indonesia, seperti tawuran dan bullying juga tak luput dari pengamatannya. Menurutnya, peran lingkungan sangat penting untuk mencegah dan mengatasi hal itu. Nah, Harta bersedia membagi rahasianya agar sukses di bidang akademis dan non-akademis seperti yang dialaminya. "Rahasianya, diaplikasikan kerja keras. Saya dapat beasiswa bukan karena kepintaran, tapi kepintaran dan perjuangan yang sangat keras. Mau jadi insinyur, profesor, businessman atau apa pun, harus kerja keras," pesan Harta.

Demikianlah cerita putra jenis bangsa Indonesia. Semoga kita bisa meniru dan mencontoh semangat kerja kerasnya di semua bidang.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment